Senin, 23 Juli 2012

tugas antok mahasiswa unanda


LAPORAN PRAKTEK LAPANG
(DASAR-DASAR AGRONOMI)
”PERTUMBUHAN TANAMAN


Description: D:\Logo - logo\UNIVERSITAS ANDI DJEMMA.jpeg


DI SUSUN OLEH :



I PUTU SUMARIANTO
2009 12 032



UNIVERSITAS ANDI DJEMMA (UNANDA)
CAB. MASAMBA
2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjat kan kehadiran tuhan yang maha kuasa atas terselesainya makala yang berjudul “PERTUMBUHAN TANAMAN”ini penyusun juga mengucapkan terimakasi atas dukungan bapa/ibik dosen dan teman-teman sekalian yang sagat membantu terselesainya makala mata kulkulian DASAR-DASAR AGRONOMI mengenai PERTUMBUHAN TANAMA
 Melalui makala ini kami juga igin menginpormasikan masukan kepada para pembaca mengenal PERTANIAN namun penyusun menyadari bahwa penyusun masih mempunyai kekurangan dalam penyusunan makalaini.karena itu kami memintak saran dan kritikan atas makala ini dan kami juaga memperbaiki lebih baik kedepan.
Masamba,FEBRO 2011



Penyusun







Pertuimbuhan tanaman i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A.latarbelakang......................................................................................1
B.rumusan masalah...............................................................................2
C.tujuan dan kegunaan..........................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3
A.tanamandaun bwang...........................................................................3
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................13
A.lokasi..................................................................................................13
B.wilayah................................................................................................13
BAB IV HASIL............................................................................................................14
A.responden...........................................................................................14.
B.penelitian pengusaha agribisnis.........................................................14.
BAB V KESIMPULAN..............................................................................................18.
A.kesimpulan...........................................................................................11
b.saran......................................................................................................11






Pertuimbuhan tanaman ii

BAB I
PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Saat ini sektor pertanian sangat prospektif untuk dikembangkan, karena didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, serta adanya penerapan teknologi dan pemasaran dalam mendukung pengembangan usaha pertanian.
Salah satu sektor pertanian yang memegang peranan penting dan perlu dikembangkan adalah hortikultura khususnya tanaman sayuran yaitu BAWANG DAUN. BAWANG DAUN(Allium fistulosum L.).merupakan komoditas sayuran yang memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan maupun sebagai usaha dalam bidang pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

A.Latar Belakang
Bawang daun merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional.
Pertumbuhan produksi rata-rata bawang daun selama periode 1989-2003 adalah sebesar 3,9% per tahun. Komponen pertumbuhan areal panen (3,5%) ternyata lebih banyak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan produksi bawang merah dibandingkan dengan komponen produktivitas (0,4%). Bawang merah dihasilkan di 24 dari 30 propinsi di Indonesia.
Menyimak pemberitaan beberapa media masa akhir-akhir ini tentang semakin rawannya ketersediaan pangan di Indonesia tentunya sangat memprihatinkan.  Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya petani dan harga pangan yang makin meningkat dapat meruntuhkan prospek pertumbuhan ekonomi.  Kondisi dimana harga bahan pangan dan komoditi lain yang tinggi tentu saja berakibat pada peningkatan inflasi.


Pertuimbuhan tanaman 1

 Semakin rawannya ketahanan pangan di Indonesia merupakan akibat semakin menurunnya luas lahan pertanian dan produktivitas lahan yang tidak mungkin ditingkatkan.  Artinya beberapa upaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sudah tidak ekonomis lagi. 
Peningkatan kebutuhan terhadap produksi pertanian akibat peningkatan jumlah penduduk di satu sisi, dan semakin terbatasnya jumlah sumber daya pertanian disisi lain, menuntut perlunya optimalisasi seluruh sumber daya pertanian, terutama lahan dan air.  Oleh sebab itu, sistem usahatani yang selama ini lebih berorientasi komoditas (commodity oriented) harus beralih kepada sistem usahatani yang berbasis sumber daya (commodity base), seperti halnya sistem usahatani agribisnis.  Salah satu aspek penting dalam pengembangan agribisnis adalah bahwa kualitas hasil sama pentingnya dengan kuantitas dan kontinuitas hasil.
Disamping faktor tanah, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan berbagai unsur iklim.  Namun dalam kenyataannya, iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi.  Hal tersebut disebabkan kekurang selarasan sistem usahatani dengan iklim akibat kekurang mampuan kita dalam memahami karakteristik dan menduga iklim, sehingga upaya antisipasi resiko dan sifat ekstrimnya tidak dapat dilakukan dengan baik.  Akibatnya, sering tingkat hasil dan mutu produksi pertanian yang diperoleh kurang memuaskan dan bahkan gagal sama sekali.


B.RUMUSAN MASALAH.
       Adapun rumusan masalah dalam pembagunan pertanian yaitu:         
1.       Apa yang menjadi factor utama dalam pertanian ?
2.       Bagai mana petani dapat meningkatkan hasil pertanian ?
3.       Apakah petani dapat menjalankan pertanian tanpa biaya ?
4.       Apa yang menjadi kendala utama dalam pertanian ?




Pertuimbuhan tanaman 2
C.TUJUAN DAN KEGUNAAN
Adapun tujuan dan kegunaannya yaitu :
1.       Tujuan
Adapun tujuannya yaitu :
·         Mengetahui factor utama pertanian
·         Meningkatkan mutu pertanian
·         Mengetahui kendala dalam pertanian

2.       Kegunaan
Adapun kegunaan yaitu :
·         Sebagai penelitian
·         Sebagai pembelajaran
·         Sebagai motifikasi dalam meningkatkan mutu pertanian














Pertuimbuhan tanaman 3
BAB II
PEMBAHASAN

A.TANAMAN BAWANG DAUN

Nama Latin: Allium fistulosum L.
Nama Inggris: Welsh onion
Famili : LILIACEAE

1. Cultivar
Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie,
Linda

2. Pembibitan dengan Persemaian
·               Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
·               Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100-150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat.
·               Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
·               Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
·               Setelah berkecambah penutup dibuka.
·               Penyiraman setiap hari.
·               Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
·               Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm siap dipindah tanamkan.

Pembibitan dari Anakan
·               Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
·               Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
·               Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
·               Buang sebagian daun.
·               Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari.

Pertuimbuhan tanaman 4

3. Pengolahan Lahan
·               Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
·               Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
o      Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
o      Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
o      Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
o      Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
o      Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bedengan.
·               Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. 

4. Penanaman
·               Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang sari. 
·               Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang daun.
·               Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
·               Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
·               Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
·               Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm. Sebelum penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
·               Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
·               Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
·               Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.

5. Pemeliharaan
·               Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.
·               Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul/kored.
·               Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen
·               Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.

Pertuimbuhan tanaman 5
·               Siram 2 kali sehari
·               Tidak boleh becek/terlalu basah.
·               Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.

Hama dan Penyakit
·               Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.
·               Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.
·               Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
·               Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.) Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
·               Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
·               Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.
·               Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.) Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak. Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP.

6. Panen
·               Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam. 
·               Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
·               Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
·               Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.


Pertuimbuhan tanaman 6

7. Pascapanen
·               Bawang daun kumpulkan di tempat yang teduh, dicuci bersih dengan air mengalir/disemprot, lalu ditiriskan.
·               Diikat dengan tali rafia di bagian batang dan daunnya.
·               Berat tiap ikatan 25-50 kg.
·               Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang: kecil (1,0-1,4 cm) dan besar (1,5-2 cm)
·               Lalu dicuci dengan air bersih yang mengalir/disemprot dan dikeringanginkan.
·               Ujung daun dipotong sekitar 10 cm.
·               Simpan pada temperatur 0,8-1,4o C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot
·               Pengemasan di dalam peti kayu 20 x 28 cm tinggi 34 cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa. Atau di dalam keranjang plastik kapasitas 20 kg.














Pertuimbuhan tanaman 7

BAB III
METODE PENELITIAN

A.      Lokasi
Adapun lokasi, waktu dan tempat dilakukan penelitian yaitu di daerah kelurahan patapang kecamatan tinggi moncong kabupaten gowa pada tanggal 19 febr 2011, pukul 10 : 15 WIB, yang terletak di kelurahan tinggi moncong Karena itu tempat yang tepat untuk dilakukan penelitian.
B.       Wilayah
Kota Malino yang terletak 90 km arah Selatan Kota Makassar ibukota provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu obyek wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri. Malino merupakan, seperti kawasan puncak Bogor ataupun Bandung. Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak pengunjung yang datang baik dari Kota Makassar maupun dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan, dari seluruh Indonesia bahkan banyak juga touris Mancanegara, untuk mendapatkan tempat rekreasi dan refreshing yang aman, terutama pada saat weekend atau liburan. Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya dengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, diantara gunung-gunung yang berdiri kokoh. Terletak di ketinggian antara 980-1.050 DPL.







Pertuimbuhan tanaman 8

         BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.KONDISI UMUM PRAKTEK LAPANG
1.       TANAH
Ø  Topografi lokasi tanaman= bergelombang
Ø  Testur tanah=lempung berpasir
Ø  Struktur berpasir=gembur
Ø  Ketinggian tempat=1500 mdpd
2.       IKLIM
Ø  Suhu dan RH=18-20 c
Ø  Jml cura hujan=1800 kali/tahun
3.       Tanaman
Ø  Jenis komoditi=kentang wortel,kubis,dan lai-lain
Ø  Sistim penanaman=mono kultur 50%,tumpang sari50%
B.IDENTITAS RESPONDEN
Ø  NAMA        :PATA JUBA
Ø  UMUR         :57 TAHUN
Ø  PEKERJAAN: PETANI
C.SISTEM BUDIDAYA/PANEN PRODUKSI
1)      Benih
Ø  Sumber benih=dari took
Ø  Perlakuan sebelum di tanam=di bibit
Ø  Jumbelah lahan= ½ hetar
Ø  Jumbelah benih yang digunakan=1000 pohon
2)      Pegelolahan lahan
Ø  Alat yang di gunakan=cangkul
Ø  Pengolahan tanah=di lubang
Pertuimbuhan tanaman 9

3)      Penanaman
Ø  Cara tanam=tanam langsung
Ø  Jarak tanam=30x30
Ø  Sistim penanaman=tumpang sari
Ø  Penyulaman=dig anti
4)      Pemeliharaan
Ø  Pengairan=air hujan dan penyiraman
Ø  Pemupikan=pupuk organic
Ø  Pengendalian gulma=penyeprotan
Ø  Pengendalian hama dan penyakit=erbisida
5)      Panen dan produksi
Ø  Alat panen =tangan
Ø  Indicator= sudah mempunyai anak 5
Ø  Teknik pelaksanaan panen=berkisar umur 3 bulan
Ø  Jml produksi satu musim=10 ton
6)      Pemasaran
Ø  Dikebun/dipasar=pedangang
Ø  Harga jual komoditi=rp.800/kg












Pertuimbuhan tanaman 10
BAB V
KESMPULAN DAN SARAN


A.KESIMPULAN

Dari uraian di atas daerah malino tepatnya di kecamatan tinggi moncong merupakan merupakan daerah yang cocok bagi pertanian,seperti daun bawang,wortel,kentang,dan bayak masih banyak lainya.namun selain itu petani di kecamata tinggi moncong juga dapat bekal atau pengarahan dari pemerintah setempat untuk bertani yang benar,tampa mengunakan bahan kimia,dan mendapatkan hasil yang berkualitas.
Selain itu,sayuran seperti,wortel,kentang,dan bayak lainnya harganya meningkat pesat di pasar karna harganya yang melambung.dan dari situlan petani semangat untuk bertani.tapi tidak semudah yang kita kira petani juga banyak mengalami kendala dalam bertani misalkan hama dan penyakit,kondisi atau lokasi petani,cuaca dan banyak lainya.
Di sisi lain mengenai biaya,memeng petani di kecamatan tinggi moncong mengeluarkan biaya cukup besar namun namun hasil yang di proleh cukup besar juga,jadi sebanding degan biaya yang di keluarkan.

B.SARAN

Dengan dilaksanakannya penyusunan makalah ini yang membahas tentang “PERTUMBUHAN TANAMAN” saya selaku penyusun atas nama UNIVERSITAS ANDI DJEMMA ingin mengajukan saran agar tahun kedepan saya sangat berharap sebaiknya kegiatan ini masih sanagt perlu diadakan kembali. Dilihat dari segi manfaatnya, kegiatan seperti ini sangat bermamfaat khususnya mahasiswa untuk bekal ke depan. Dan kemudian hari  penyusunan makalah ini akan berguna untuk masing-masing pribadi mahasiswa.

Pertuimbuhan tanaman 11




Tidak ada komentar:

Posting Komentar